Sunday, November 9, 2008

Kedewasaan Demokrasi

4 November lalu tercipta sejarah di negri paman Sam (katanya..katanya..) yeap...Obama resmi menjadi Presiden Amerika pertama yang berkulit hitam. Mengalahkan McCain dengan perbedaan suara yang cukup mencolok. Adakah yang istimewa dari kemenangan Obama? Tentang kampanyenya yang merupakan kampanye termahal sepanjang sejarah Amerika?Tentang Obama yang menjadi presiden Amerika berkulit hitam pertama? Atau tentang sukacita masyarakat internasional karena Obama yang terpilih? Bukan, bukan tentang itu...yang menarik dan mengharukan buat saya adalah McCain...sikap seorang ksatria yang ditunjukkan veteran perang vietnam tersebut.

Di malam pidato kekalahan John McCain, beliau berpidato di depan pendukungnya yang notabene adalah sekumpulan orang yang kecewa atas kekalahan McCain. Pada Pidato itu McCain mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Barrack Obama. Beberapa kalimat McCAin yang saya baca di salah satu harian ibukota adalah..

"Tentunya kita semua kecewa dengan kekalahan ini, tapi ini adalah kekalahan saya bukan kalian...presiden Amerika telah terpilih dan saya harap kita semua yang ada disini mendukungnya sekuat tenaga. Orang yang beberapa waktu terakhir berseteru dengan saya telah menjadi Presiden Amerika..Presiden Saya.."

Di tengah pidato pengakuan kekalahannya, pendukung McCain berulang kali meneriakkan "Huuu..." sebagai tanda kecewa setiap McCain Mengucapkan Kalimat yang menjunjung Obama. Dan apa reaksi dari McCain? hanya satu kata..

"Please....."

yeap,kata itu terlontar dari mulut McCain sebagai permohonannya pada massa yang mencemooh Obama agar tetap bersikap tenang dan menghargai hasil Pemilu yang sah....

Selesai membaca artikel tersebut, saya teringat akan pemerintahan negeri ini, berbagai macam cara dilakukan agar dirinya bisa merengkuh kekuasaan..mulai dari menyatakan bahwa proses pemilihan tidak jujur, membentuk koalisi tandingan, hingga jalur anarkis yang kerap terjadi akhir2 ini.

Saya berandai andai, apabila para elit politik kita memiliki jiwa sebesar McCain, selain mengakui kekalahan,dia juga meminta pendukungnya untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindak provokasi.Sungguh seorang pemimpin yang berjiwa besar. Dari sini dapat terlihat kedewasaan berdemokrasi yang tidak dimiliki para pemimpin bangsa kita.

Entah kapan sikap dewasa ini dimiliki orang - orang yang mengklaim diri mereka sebagai "politikus". Diluar apakah ucapan McCain ini tulus dari dasar hatinya, saya merasa sikap yang ditunjukkan olehnya merupakan sikap seorang ksatria.


Nb: Tulisan ini tidak dibuat untuk menghujat pihak - pihak tertentu, tulisan ini dibuat dengan harapan agar petinggi - petinggi negara ini yang mengharapkan anak muda untuk bangga terhadap Indonesia menunjukkan suatu sikap yang dapat kami banggakan.Terima kasih

2 comments:

Dimaz Arno said...

Ah gw kira dia ngomong apaan. Gak taunya yg meng-huuu itu pendukungnya toh.

Bagus juga berarti sikapnya eyang mccain, sayang gw sempet menertawakan tuh bocah terkait kasus lidah meletnya.

"Entah kapan sikap dewasa ini dimiliki orang - orang yang mengklaim diri mereka sebagai 'politikus'. Diluar apakah ucapan McCain ini tulus dari dasar hatinya, saya merasa sikap yang ditunjukkan olehnya merupakan sikap seorang ksatria." <- setuju ben.

manteb emang kalo benny sudah berbicara.

nb: maen putsal dulu kita ke bandung lae, dah nambah belon skill lu?, ngak2

bennybicara said...

@dimas

iat,perasaan dari dulu2 gw lebih jago

@dnown

gpp,gw jg ga berharap apresiasi berlebihan kok,cuma iseng membuang waktu aja. beginilah kerjaan gw skrg hehehehe..